WWW.TOKO-ALKES.COM

Kamis, 15 November 2012

Penilaian Sanitasi Jajanan Sekolah

Cheklist Penilaian Sanitasi Makmin Jajanan Sekolah

Merespon komentar mas Khairul Ardi pada posting Kesehatan.blogspot.com/2012/06/makanan-jajanan.htm%20" target="_blank">Makanan Jajanan tentang kuisoner atau cheklist penilaian sanitasi makmin jajanan sekolah, berikut beberapa alternatif yang mungkin dapat digunakan.

Beberapa dasar hukum yang digunakan terkait makanan jajanan pada anak sekolah ini diantaranya adalah :

  1. Permenkes RI  942/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan.
  2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indones Nomor 715/MENKES/SK/V/2003  Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga 
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Syaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran.
  4. Petunjuk Pemeriksaan Mikrobiologi Usap Alat Makan dan Masak. Pusat laboratorium Kesehatan Depkes RI : 1991
  5. Modul Penyehatan Makanan dan Minuman untuk Petugas Puskesmas, Pengambilan Contoh dan Spesimen Makanan. Ditjen PPM dan PLP Depkes RI : 1996
  6. Prinsip-Prinsip Higiene Sanitasi Makanan. Ditjen PPM dan PLP Depkes RI : 1999
  7. Modul Kursus Penyehatan Makanan bagi Pengusaha Makanan dan Minuman, Pencucian dan Penyimpanan Peralatan Pengolahan Makanan. Depkes RI : 2001
  8. Kumpulan Modul Kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman. Ditjen PPM dan PLP Depkes RI: 2006

Sedangkan alternatif checklist sebagai berikut :

Kondisi sanitasi lingkungan

Penyediaan air bersih 


Kualitas fisik, aspek pengamatan meliputi :
  1. Tingkat Kekeruhan
  2. Tidak Berbau
  3. Tidak  Berasa
  4. Tidak Berwarna
  5. Pengolahan air baku
  6. Sumber air perpipaan atau non perpipaan.
  7. Kondisi pipa (bocor dan lain-lain).
  8. Kondisi tempat penampungan (kondisi baik , tertutup, bersih, jauh dari sumber pencemaran)
  9. Kecukupan kuantitas air yang dipergunakan untuk mencuci peralatan makan  ( .... liter).
  10. Peralatan pengambilan air (gayung khusus)
Pembuangan Sampah
  1. Jumlah dan peletakan tempat sampah
  2. Kondisi tempat sampah : kedap air,  terbuat dari bahan yang kuat.
  3. Tempat sampah mudah diangkat
  4. Tempat sampah mempunyai penutup.
  5. Permukaan bagian dalam halus dan rata.
  6. Ukuran tempat sampah sesuai dengan sampah yang dihasilkan
  7. Tidak terdapat sampah berceceran disekitar tempat sampah.
  8. Bebas serangga dan tikus
  9. Sampah setiap hari dikosongkan oleh petugas.
Pembuangan Air Limbah, aspek pengamatan meliputi :
  1. Terdapat saluran pembuangan air limbah (SPAL)
  2. SPAL mengalir  lancer, kedap air, tertutup
  3. Sisa pencucian peralatan makan ditampung dalam satu tempat lalu di buang ke saluran limbah.
  4. Lokasi SPAL atau tempat penampungan air limbah tidak dekat dengan tempat pengolahan makanan dan penyimpanan alat makan.
Higiene perorangan penjamah makanan, data dan aspek pengamatan meliputi :
  1. Nama :
  2. Umur :
  3. Jenis Kelamin :
  4. Pendidikan :
  5. Kursus ddan pelatihan sanitasi makanan
  6. Dan informasi lain yang kita perlukan  ....
Higiene Perorangan
Aspek pengamatan dan pertanyaan meliputi :

  1. Penjamah makanan tidak menderita penyakit mudah menular seperti : batuk, pilek, influenza, diare, penyakit perut lainnya;
  2. Kuku dipotong pendek, tidak di cat/kuteks;
  3. Menutup luka (pada luka terbuka/ bisul atau luka lainnya);
  4. Tangan, rambut, kuku, dan pakaian dalam keadaan bersih
  5. Penjamah makanan tidak memakai aksesoris (cincin, kalung, jam tangan)
  6. Memakai celemek, dan tutup kepala;
  7. Mencuci tangan setiap kali hendak menangani alat makan/makanan.
  8. Penjamah makanan harus memakai alat/ perlengkapan, atau dengan alas tangan;
  9. Sewaktu bekerja tidak sambil merokok, menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut atau bagian lainnya);
  10. Tidak boleh bersin dan atau tanpa menutup mulut atau hidung, dihadapan alat makan jajanan yang sudah bersih
  11. Setelah buang air besar atau kecil tangan dicuci dengan sabun dan air bersih.
  12. Mencuci tangan sebelum memulai pekerjaan.
  13. Mencuci tangan setelah menyentuh benda-benda seperti HP, peralatan kotor, makanan mentah, cangkang telur dll)
  14. Mencuci tangan setelah menyentuh kepala, hidung, mulut dan bagian tubuh yang terluka.
  15. Mencuci tangan setelah menangani sampah, kegiatan-kegiatan pembersihan seperti lap meja,bersihkan sampah.
  16. Tempat pencucian tangan di lengkapi dengan air mengalir;
  17. Menyisir rambut tidak dekat alat makan.
  18. Tidak boleh bercanda atau bergurau di dekat peralatan makan
Proses Pencucian Piring
Aspek pengamatan dan pertanyaan meliputi :

  1. Sisa makanan dibuang kemudian peralatan dibilas atau disemprot dengan air mengalir.
  2. Pencucian pada bak pertama berisi larutan deterjen hangat suhu 43oC-49oC
  3. Pembersihan alat makan menggunakan spon.
  4. Membilas pada bak kedua menggunakan air hangat.
  5. Air bilasan pada bak sering diganti atau pembilasan pada air mengalir.
  6. Desinfeksi peralatan pada bak ketiga menggunakan air panas 82C selama 2 menit atau 100C selama 1 menit.
  7. Semua alat makan direndam dalam air panas.
  8. Mengganti air panas setiap selesai mendesinfeksi alat makan
  9. Terdapat tempat pengeringan/penirisan alat makan
  10. Selesai desinfeksi alat makan ditiriskan dan dikeringkan.
  11. Terdapat alat untuk meniriskan dan mengeringkan alat makan
  12. Peralatan makan tidak dipegang sebelum siap digunakan.
  13. Tempat pencucian peralatan makan terpisah dengan pencucian peralatan lainnya atau bahan makanan
  14. Tempat pencucian dilengkapi dengan air kran 14 Bak pencucian selalu dibersihkan
  15. Volume air pada bak pencucian lebih dari 10 liter
  16. Piring yang sudah dibersihkan diletakkan ditempat yang bersih.
  17. Proses pengeringan tidak menggunakan lap.
  18. Ketika memegang piring pada bagian pinggir.
  19. Ketika memegang gelas tidak menyentuh bibir gelas

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review